Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Bokep Tobrut Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. Kuangkat telapak tangan di mataku, menariknya ke depan sehingga pipi gadis itu menyentuh pipiku. Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. Seandainya hal ini benar, mungkin pelabuhanmu sudah dekat di depan mata.Sementara aku pun akan tetap tenggelam dalam tarian jemariku di atas tuts-tuts mesin tik tua kesayanganku, dan gadis-gadisku tentu saja.




















