“Hi hi hi mbak pikir apa ternyata itu toh? Kali inipun dengan sengaja aku mendatangi kamar mbak Siti karena minta ditemani tidur dan lagi-lagi saat itu bukanlah saat yg tepat bagiku. Sudah pahamkan?”tanyanya setelah penjelasan tadi.Aku mengangguk kecil.“Berarti ndak kuatir lagi digituin sama mang Narko kan?”susulnya lagi.Aku ragu. AWww! Mang Narko hanya bisa menuntaskannya pada mbak Siti. Ya pastinya memang itu yg bisa membuahi sel telur perempuan, pikirku.“Iya sih mbak. Hatiku langsungkebat-kebit. Sungguh tak terlukiskan. “G..geli banget mbak” bisikku malu. “Kecrotin aja di dalem kang. Aku hanya bisa melingkarkan kedua tanganku ke belakang kepalanya secara erat sambil merintih-rintih.Apa dayaku dibawah kendali seorang pria yg pernah belasan kali menikah dan begitu berpengalaman dalam hal ini. Ia kembali mengambil ancang-ancang. Pinggulku sampai terangkat saat itu




















