Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Bokep Cina Orang itu lalu dengan mengendap-endap menghampiriku yang masih terlelap. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang. Sekarang elu boleh berteriak-teriak sepuasnya, tidak ada lagi orang yang bakalan menolong elu. Gimana, Pa? Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Aaahh…!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya. Yang pasti ia adalah anakku. Ternyata aku dinyatakan positif hamil. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya.




















