Kulihat ke sebelah, Rudy dan Judith masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Judith. Kucium lagi pipinya.“Judith.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya. “Cantik, sexy.. Tapi keringatnya tetap berbau harum. Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya. Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. “Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.”Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah.




















