Ana tersenyum, jelas terlihat nafasnya yang ngos-ngosan karena deg-degan, matanya tak lepas memandangku. Dia memberi kode pada teman satunya untuk sedikit ‘menyingkir’ dari kami.Sampai di mejanya, dengan senyum yang tak pernah kubuat-buat kami akhirnya saling berkenalan. Bokep Tante Begitulah kira-kira instruksi singkat yang kudengar samar-samar di telingaku.Tiba-tiba, “Sutt.., srrruuutt..”, tak tahu apa yang dilakukan dengan pinggulnya, yang jelas gerakannya membuat tulang-tulangku serasa lolos sampai sunsumnya. Kulepas sepatu, kumasukkan seluruh pakaiannku termasuk dalaman dan kaus kaki ke dalam tas plastik tempat cucian, lalu kutaruh di luar pintu kamar agar besok pagi siap untuk another flight. “suamimu?”, tanyaku. “Ssst, beliau baru ibadah !”, kataku. Tampaknya Ana tidak menyangka itu akan kulakukan, “Slettt..”, dua ruas jari tengah sukses menyetubuhi pantatnya yang kuning mulus itu.




















