Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Ohh…sensasinya luar biasa.“Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Intan. “Maaf wan, mbak butuh berpikir”, kata mbak Intan beranjak. Nggak ada CD? Dadanya mbak Intan besar juga.Tercium bau harum parfumnya. Aku terus bilang ke mbak Intan bahwa aku cinta dia. Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya.“OK” “Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya.Aku mengangguk. ”“Lumayanlah, saat ini dapat waralaba. Dan aku menggandeng tangan mbak Intan. “Wan, saya ini bibimu”, tuturnya. Dadanya benar-benar besar. Ia ketawa,“Ada-ada saja anda ini”. ” “Mbak Intan”. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya.




















