Tapi maukah kamu menukar nilai kenaikan kelasmu dengan tubuhmu itu. Gue terancam gak naik kelas.” Keluhku.“Waduh, San. Kepalaku terasa agak pusing. Namun dia malah senang dengan menghisap cairan yang keluar dari vaginaku itu.Bahkan lidahnya semakin liar bermain di vaginaku. Ada yang mau saya sampaikan mengenai kenaikan kelasmu.” Katanya serius.“Kenapa harus ke rumah Bapak? Saya agak takut. Kemudian dia menyodorkan penisnya diantara kedua belahan dadaku.Akupun meremas penisnya dengan menggunakan vaginaku. Pandai juga guruku ini memainkan lidahku. Kini aku hanya memakai celana dalam. Setelah menghirup seteguk, Pak Yudhipun memulai pembicaraan.“Sebenarnya saya hanya ingin mengajak kamu ngobrol, San. Pak Yudhi adalah guru Matematikaku.Dia termasuk guru yang muda dan tampan yang ada di sekolahku.




















