Ana Casada, A Safada Que Não Tem Limites Na Cama

Udah enggak berpelukan lagi seperti waktu mau tidur.Aku mau cium dia, tapi enggak jadi, aku punya pikiran lain. Mimpi Bu Diah ini mau aku jadikan kenyataan. Enggak apa sich, ini kan hari Sabtu. Isteriku udah mandi, baunya wangi, dia duduk mepet aku, aku tahu dibalik kaos panjangnya dia enggak pakai apa-apa lagi.Dia pandangi aku penuh arti. orgasme. Nafsuku memuncak, tangan kanan meremas gundukan vagina Bu Diah, dia mendesis, aku gesek belahan merah ditengahnya dengan jari tengahku, aku usap-usap pelan-pelan, sedikit naik aku sentuh itilnya yang lembut, aku permainkan dengan belaian lembut. Aku mau muasin dia lagi.Aku kecup keningnya, aku bilang”Udah Bu, jangan repot-repot”.Aku ambil bantal aku taruh dibawah bokong besarnya yang membuat gundukan memek Bu Diah semakin membukit, aku buka lebar selangkangannya sementara

Ana Casada, A Safada Que Não Tem Limites Na Cama

Related videos