Tedi akhirnya merasa kalau tatapannya dirasakan oleh wanita itu.Perhatian Tedi beralih ke barang-barang yang ada di outlet apotik itu. Bangkit dari tempat duduknya sambil membungkukkan badan ia melihat satu persatu barang dalam etalase kaca. Matanya yang agak sayu mulai menatap wanita yang sibuk di counter apotik itu, sementara itu pegawai pria yang tadi sudah tak terlihat lagi.Dalam hati Tedi mulai berdialog dengan dirinya sendiri untuk menghilangkan kebosanan, “Kalau diperhatikan cewek itu cakep juga ya, rambutnya hitam panjang, kulitnya sawo matang, wajahnya mirip siapa? “Kalau yang “B”?” “Kalau yang “C”?” Semua pertanyaan itupun dijawab oleh pegawai wanita itu. Lega rasanya!”Rupanya Tedi melupakan menutup pintu kamar mandi.Dan karena lagi menikmati buang air kecil dia tak merasakan kalau di belakangnya sudah berdiri pegawai wanita tadi sambil




















