Memang tampak Pak Martin hanya mengenakan handuk saja. Tampak Pak Martin tersenyum dan aqu berpura-pura minta maaf.“Sorry, Siirr”. Ya, ndak apa-apa”.Kemudian sengaja aqu menggoda sedikit pandangannya dgn menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaqu dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaqu. Salah satu guru yg aqu sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dgn bekas cukuran brewok yg aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aqu) dan ramping tetapi cukup kekar. Selesai ngajar, ya Pak”.“Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.Aqu dan kawan-kawan mengajak,“Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.“OK, boleh-boleh aja kalau kalian tak keberatan”!Aqu dan kawan-kawan bilang,“Tidak, Pak.”, lalu aqu menimpali lagi,“Sekali-sekali,




















