Hari pun sudah berganti, dan pagi yang kutunggu juga akhirnya datang juga. Yang berikutnya kutahu namanya ialah Qiu Qiu. Akhirnya atas inisiatifku motor kuarahkan ke tempat santap yang memang biasa digunakan muda mudi di kota ini guna berduaan, bukan santap tujuan utamanya.Aku melajukan motorku ke arah warung santap terapung yang lumayan terkenal di kotaku. Saat itu lumayan lama kami berbincang-bincang, walaupun melulu seputar latihan sekolah saja.Tapi tersebut sudah lumayan membuat hatiku senang. Semua tersebut karena kelaziman om-om ku ketika di Kalimantan yang tidak jarang menggoda perempuan. Kutahu sebentar lagi Qiu Qiu dijemput. Diselingi dengan candaan yang kulontarkan merasa nyaman ngobrol denganku. Budaya yang jauh bertolak belakang dengan lokasi asalku di Kalimantan dulu pun dengan cepat bisa kupahami dan kuikuti.




















