Lalu memelukku dengan hangat. Rasanya lama sekali menunggu hari Senin tiba. Aku dan Reno berciuman dengan memainkan lidah di mulutku, kadang menjilat bibirku, sementara tanganku masih memegangi pinggang Reno untuk mendorong burungnya masuk.Reno dengan gerakan maju mundurnya membuat aku keenakkan. “Ih, aku jadi ngaceng, Mbak….” katanya malu-malu. Keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan CD dan t-shirt. Dan penasaran juga, sengaceng apa cowok tampan itu. Aku pun masuk ke dalam kamar mandi itu. Aku menyentuh sesuatu yang besar sekali, mungkin sama dengan pergelangan tanganku! Lalu tampak seorang anak muda tinggi semampai dengan wajah, Oh my God…! O, my God! Sampai ketemu di sana nanti ya Mbak.”
“Oke.




















