“Aduuuuuh…….aaaaaah…..aaahhh ..maaaaas…”, kudengar desahan mama agak keras. Cerita yang kutahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi. “Naaah….gitu dong mas……pacarannya nanti nanti saja deh Mas, kalau kamu sudah lulus“. Boleh ya Mah pegang dikit ?”
“Tuh kan….. “Teee…rruuuuss…maaaaah …… enaak sekali”
Tiba-tiba saja mama melepaskan mulutnya dari mulutku. Nafas mama makin lama semakin teratur. Sambil kembali kupijati paha mama, mataku enggak lepas memandang memek mama yang baru pertama kali ini kulihat. “Addduuuuuuhhhh…. “Maas…turunkan kaki mama ” mintanya dan sambil kontolku masih kusodok sodokkan kedalam memek mama, satu persatu kakinya ku turunkan dari bahuku dan akupun sudah menempel tubuh mama serta mama mulai menciumi seluruh wajahku sampai basah semua..




















