“Dasar males kerja apa aja kamu, duit aja nggak punya”, Rono memaki Ujang sambil memukul kepalanya. “Ampun kang, tadi sepi nggak banyak yang ngasih lagian sebagian udah Ujang setorin ke kang adun”, si Ujang hanya bisa pasrah sambil memegang kepalanya yang dijambak Rono. Ujang yang biasa tidur di salah satu kios pasar, setelah sibuk ngamen diperempatan jalan pasar “X”. Keringat mulai mengucur dari badan mereka terutama Ujang yang wajahnya kian pucat menahan sakit. Saat tiba disalah satu sudut kios yang sedikit tersembunyi, gelap dan sepi Rono berhenti.“Udah disini saja”“Ampun kang, bener Ujang nggak punya uang ampun kang jangan ujnag dipukuli?”“Jangan banyak omong diem aja kamu, kalo mau selamat”
CTanpa banyak basa-basi Rono kemudian menarik Ujang dan merogoh celananya.




















