Tidak lama kemudian, ia pun menyudahi hisapan itu dan berjalan ke kamar mandi membersihkan mulutnya yang dipenuhi oleh spermaku. Aku tidak sadar bahwa aku masih dalam keadaan terikat. “Kamu sama siapa kesini?” tanyanya.“Sama teman-teman. Namun ikatan dan siksaan itu sangat kunikmati dan sangat menggairahkanku. Ayo buka tali-talinya!!” kataku dengan suara yang keras. Dalam keadaan tak berdaya, Mei Mei lalu memintaku untuk menjilati kakinya.Permintaannya kurasakan sebagai suatu hinaan dan aku benci serta tak mau melakukannya. Akupun setuju dan tidak perduli apa filmya karena yang ada dibenakku mau “USAHA”. Ia lalu meminta kedua tanganku diletakkan dibelakang dan diikatnya dengan seutas tali yang cukup panjang. Sambil menonton TV, Mei Mei memainkan kembali kedua kakinya pada badan dan kepalaku sambil sekali-kali menendangku, tapi tidak keras.Kulihat jam di




















