Dan dugaanku memang tak meleset. Kulepas sepatu, kumasukkan seluruh pakaiannku termasuk dalaman dan kaus kaki ke dalam tas plastik tempat cucian, lalu kutaruh di luar pintu kamar agar besok pagi siap untuk another flight. Sekarang kadang aku merindukan ketabahannya itu, bukan main.., bahkan hal itu tak terulang lagi padahal aku sangat merindukan belaian serta pelayanan dari Ana.TAMAT Sari mengangguk geli sambil ngeloyor membuat kopi.Begitulah, sedikit bahasa kami saat di udara sana. Bagi yang hobby hunting, just try it !.Buatku yang hidup di lapangan yang sama, bertualang dengan pramugari hanya akan mengurangi naluri jelajahku. “Teh ama kopinya bener…”
“Susunya?”
“Heh.., heh..”, sahutku nakal. “Hampir..”, katanya. Skandal pilot-pramugari memang benar ada.




















