Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Astaga. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Aku langsung ingin mengutuk diri. Aku mematung di tempatku berdiri. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,,




















