Aku hanya terdiam menatap wajah Pak Nono. Pak Nono pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak akan dikuliahkan lagi, sebenarnya aku ingin meneruskan pendidikanku, tapi apa daya orang tuaku sudah kesal dan tidak mempedulikanku lagi. Entah mengapa aku tak melawannya saat Pak Nono berhasil meloloskan semua pakaianku hingga aku telanjang.Aku berteriak pelan bagai disengat sesuatu saat lidahnya kurasakan mendarat di atas puting susu ku. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.Ketika aku keluar, Pak Nono sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilakan aku duduk di sebelahnya. Mereka memeriksa tubuhku dan mengetahui ada bekas cupangan.




















