Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun. Sebelum aku masuk ke kamar dia memegang tanganku dan berkata, “Jesika kamu malam ini terlihat cantik sekali”. Dia pun mengerti, dan pukul 14:30, setelah tamuku pulang dia langsung masuk membawa kantong makanan dan sebotol air mineral.Dia mengambil sebuah kursi dan meletakkan di sampingku, mengambil sumpit yang tersedia dan mulai menyuapiku. Setelah makanan habis aku kembali berdiri di depannya, kemudian aku berjongkok.Membuka kancing celananya dan mencari apa yang aku mau. Aku pun membuka pintu itu dan Bagas sudah berdiri di depan pintu.Di lobby sudah menunggu 2 teman Bagas lainnya. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap.Menjelang siang hari aku memberitahu Bagas bahwa aku ada tamu penting dan




















