Cuaca agak mendung dan tak lama turun gerimis. Tidak lama dadanya sudah terbuka. Nanti Dik Anto antar saja ke sana dan bayar bill hotel beliau. Aku agak menaikkan pantatku untuk mencari posisi yang enak. Kebetulan semua urusan saya selesai hari ini jadi saya bisa pulang siang nanti. Ada kotak “25” yang sudah kosong.Tidak lama kemudian gadis pemijat yang kupesan sudah muncul. Hanya redaksional kok. Rasa hangat menjalari tubuhku. Pijatannya sebenarnya tidak terlalu keras. Uangnya ambil di kasir!” katanya sambil memberikan memo kepadaku untuk ambil uang di kasir.Bergegas aku ke kasir sambil cek di resepsionis ada mobil kantor lagi kosong atau tidak. Kali ini dibiarkannya pantatku naik dan tanganku meluruskan senjataku pada arah jam 12.“Balik badannya, dadanya mau dipijat nggak?”Kubalikkan badanku.




















