Yah aku telah diusir dari rumahku oleh teman gay suamiku. Sebuah hisapan kecil di klitorisku memperkuat cengkeraman tanganku di pinggir meja. Aku bagaikan melayang, kedua tanganku menjambak rambut Pak Hamid. Aku diam, mataku terpejam ketika pelan-pelan aku direbahkan di atas meja. Kedua tanganku menutup dada dan selangkangan. Hanya saya ingin tahu apakah tekanan darah saya normal”.Demikian Pak Hamid mengawali pembicaraan.“Saya bisa tidur nyenyak setelah makan obat dokter”.Sambil memerika, kami berdua terlihat pembicaraan ringan, mulai dari sekolah sampai hobi. Semprotan cairan hangat mengenai pahaku dan meleleh di atas meja. Sewaktu Pak Hamid pamit, dia meninggalkan amplop biaya pemeriksaan. Segala upaya untuk menyadarkan suamiku ternyata tidak membawa hasil.Aku membawa kedukaanku di pulau dengan cara melayani masyarakat setempat.




















