Ia menjatuhkan tubuh ke kursi terdekat dan bersandar dengan nafas naik-turun. Gadis itu lalu menaikkan pinggulnya ke tepi meja tepat di hadapannya. Pak Fahri selesai menghitung uang, ia bersyukur pendapatan hari ini cukup banyak sehingga sekarang hujan pun tidak mengapa, lagipula sebentar lagi sudah waktunya tutup. Tubuh gadis malang itu kini hanya berupa bagian-bagian yang terpisah-pisah. Jill mendengarkan penuturan pria itu sambil mangut-mangut sesekali menyuapkan makanan ke mulutnya, pak Fahri pun bilang kepada Jill, bahwa dia adalah turis yang paling cantik yang pernah datang mengunjungi warungnya. Sapi impor ya?” timpal rekan kerja si bapak yang duduk di sebelahnya.“Yah, gitulah Pak.” Jawab pak Fahri yang disertai beberapa gelak tawa dari pelanggan-pelanggan yang ikut sibuk menikmati hidangan masing-masing.Tak berapa lama kemudian Luthfi datang dengan membawa




















