Diluar dugaan kami, setelah beberapa lama ternyata mega bisa menghapus semua kekhawatiran kami, ia sangat rajin dan cekatan. Mega bersenandung lirih, tak menyadari seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. Daging kemaluannya menyembul dari sela2 pantatnya yang bulat.. Aku senang dan bangga melihat semangat kerjanya. Iya.. Matanya terus terpejam, tapi ia tak lagi berontak.. Saat mega berbalik hendak menyimpan sabun, aku membelalakkan mata.. Augh… ia mulai mengisap kemaluanku dengan bernafsu sambil meremas2 biji zakarku.. Mega bersenandung lirih, tak menyadari seseorang sedang memperhatikan seluruh gerakannya.. Aku menarik nafas panjang berusaha mengatur nafasku yang terengah engah..Mega memelukku, lalu kami berpelukan erat seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.. Tapi aku tak cukup nekat untuk melakukan apapun terhadapnya..




















