“Belom punya tempat nginep” jawabnya singkat. Kemudian aku memberanikan diri untuk meremas pantatnya. Rara meresponnya dengan ikut menekan-nekan memeknya lebih kuat ke pahaku. Rara cuma diam tapi kemudian rebahan disampingku, bahkan dia menarik selimut yang aku pakai supaya dia kebagian.“Kan aku dah bilang yan, aku lagi butuh ditemenin. Dari vaginanya juga aku melihat darah mengalir. Dasar nakal !“Sorry nih Ra, kamu lagi ada masalah ya ?” tanyaku. Tapi berhubung kamu sedikit mabuk wajarlah” kataku. Mungkin kalo dulu aku kasih enggak jadi begini kejadiannya” kata Rara blak-blakkan. Malem-malem lagi !” tanyaku.“Yan, bisa jemput aku di XXX gak ?” tanyanya sambil menyebut salah satu tempat hiburan malam yang cukup ternama di kota bandung.“Ha ? Aku terdiam sejenak. “Tapi Ra, kita kan beda” jawabku.




















