Daripada tidak melakukan tetapi dihukum, mending melakukan saja toh kamu sudah menjalani hukuman ini?! Dengan alasan yang aku buat-buat tetapi logis aku mengajukan praktek susulan untuk mereka kepada kepala sekolah. Tidak lama setelah Lita dan Riya pergi terdengar ada ketukan pintu,
“ Thok… thok… thok… ”, suara ketukan.Saat itu aku bergegas membuka pintu kamar dan mendapati sesosok ABG berseragam putih abu-abu dengan memakai helm putih. Pelan-pelan tanganya mengelus Penis-ku dan melepaskan kain yang mengekangnya. Gilak, benar-benar nikmat sekali Vagina perawan ini, rasanya seperti diremas remas Penisku.Setelah beberapa saat bergoyang dan semakin becek, Lita-pun melepaskan celana dalamnya dari mulut Risya hingga terdengarlah suara,“ Oughhh… Aghhh… Ssssss… Aghhhh… ”, desah Risya terdengar sangat nikmat dan merdu.Nampaknya saat itu Lita sepertinya terangsang hebat, mendadak dia mengambil bantal










