Mereka hanya bekerja sambilan saja. Tanpa menunggu jawabanku lagi, ia menaruh tissue itu lalu memegang kejantananku dan pelan-pelan mulai mengocok-ngocoknya. Ia tersenyum dan berkata, “Terima kasih Dik… aku amat puas… demikian juga Mbak Vivi…”Belakangan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku mendengar bahwa Wiwin dan Viviana memang bukan perawat tetap di rumah sakit itu. Mereka hanya bekerja sambilan saja. Duh.. Viviana kemudian naik ke atas ranjang dan menyingkapkan roknya. Puas nggak?…” tanyanya sambil tersenyum. Yang seorang di sebelah kananku dan yang seorang lagi di sebelah kiriku. Sementara itu ia terus saja mengulum dan mengisap kejantananku dengan penuh nafsu.Beberapa menit kemudian aku mulai merasa akan ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku yang masih lemah karena sakit.




















