Ingin rasanya aku teriak menikmati kenikmatan itu. Aku memang wanita yang malas berbasa-basi, kalau ada maunya, langsung bicara saja. Dengan sedikit kasar, Budi menarik tubuhku agar bisa mencium bibirku. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yang remang-remang. Cowok ini langsung bikin aku tertarik. Rumahku sangat bebas untuk didatangi siapapun beberapa hari ini. Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur. Tapi lama kelamaan aku makin terbiasa dengan kehadiran mereka. “Yang mana teh?” Tanya nya balik. Lalu dengan terlihat dingin, laki-laki itupun menatapku balik. Dan crooottt, crooottt.. Aku bilang aja, kalo emang kelakuan teteh tuh ga ada malunya, aurat diliat-liat. Dan crooottt, crooottt.. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.“Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku.




















