” gantian aku yang melenguk panjang sambil membenamkan penisku dalam-dalam. Kemudian aku disuruh duduk menyamping dan Tante Ani duduk di belakangku sambil mulai memijit lagi.“Gimana, enak nggak dipijit tante?” Tanya Tante Ani sambil tangannya terus memijitku. eh..,” aku tergugup-gugup.“Ona-anu, ona-anu. Ayo sini tante pijit,” katanya sambil memberi isyarat agar aku duduk di sofa di sebelahnya. Aku sering terbayang-bayang Tante Ani dia telanjang bulat di depanku, terutama waktu malam hari, sehingga aku tiap malam susah tidur. Belum lagi aku sadar sepenuhnya apa yang terjadi, aku mendapati penisku sudah menyembul keluar dan Tante Ani sudah menggenggamnya sambil sesekali membelai-belainya. Setelah puas buah dadanya aku mainkan, Tante Ani mendorong tubuhku pelan ke belakang. “Apa yang terjadi dengan keluarga tante jika semuanya tahu!”“Tante memang salah, tante yang




















