Sambil membawa beberapa botol bir lagi dan rokok, kami pulang dan hanya menunggu ke datangan Minoru. Bokep Crot “Tapi… Aku ga bisa lama…”, kata Minoru.“Entar ortu aku curiga…”, jawabnya.“Sudah, aku ga peduli, lu ngomongin jak sama kawan aku tuh…”, balas Zenit sambil melihat ke arahku.Kami masuk kamar, sambil membawa semua minuman dan rokok. Video ini harus terus ku simpan, selain bisa sebagai bahan coliku, aku juga bisa terus mengancammu.Ku ulurkan tangan kananku sementara tangan kiriku masih memegang handycam. “Karaoke?”, tanyaku.“*****asyik bro..”, jawabnya. Nikmat sekali, malam itu sangat indah bisa menikmati gadis secantik Minoru.“Terima kasih…”, kataku kemudian membiarkan Minoru berpakaian kembali. “Aku panggil Minoru lagi buat temani lu…”, jawabnya.“Emangnya lu bisa?”, tanyaku.“Hahaha, aku mana mau nyetuh dia, jijik ah… Aku maunya liat dia tersiksa aja…”, lanjutnya.




















