Dengan perlahan, kutekan kontolku masuk ke memek Sari. “Coba Sari buka jasnya, agar Bapak dapat melihatnya lebih jelas.”Tanpa ragu-ragu, Sari berdiri dan melepas jasnya. Setelah telanjang, Laras berdiri mematung di depanku sembari tersenyum dan menunduk.Saya berdiri mendekati dia dan menyentuh susunya yang kurasakan agak empuk begitu pula pantatnya. Setelah berbasa basi dengan bertanya beberapa hal yang sifatnya formil, saya mulai bertanya beberapa hal yang peka, sebab demikian bernafsu aku rasakan hingga suara saya agak gemetar, namun malah yang kulihat Sari jadi tersenyum melihat styleku.“Sari keberatan tidak bila saya bertanya beberapa hal yang sifatnya pribadi, sebab jadi tangan kanan Bapak, pastinya Bapak juga ingn tahu beberapa hal pribadi kamu.”
“Tentu saja bisa Pak, silahkan Bapak bertanya apa saja.”Saya menelan ludah mendengar jawaban Sari yang menantang




















