Kini makin jelas terlihat, putingnya yang kecil, menonjol di seragamnya,“Wah mana, tetep gak jelas” kataku.“Mungkin kalo gini baru jelas” lanjutku sambil menyambar satu gelas air es yang memang sedari tadi ada di meja depanku sebagai obat kalau aku haus kala menunggu dia datang tadi. Aku terima deh! Sita pun menyanggupi karena merasa sudah kepalang tanggung bahwa aku sudah melihat keindahan tubuhnya secara keseluruhan dan takut akan ancamanku tadi jika tidak menuruti permintaanku. Dan biarkan semuanya terekam dengan sendirinya.Dan setelah beberapa saat kemudian baru dia masuk, aku tahu Sita pasti tadi mencari-cari kamarku, karena dia lantai dua ini ada 3 kamar, kamarku, kamar kakakku dan kamar tamu.Ia masih pasang tampang merajuk kemudian aku dipukulnya dengan manja. Kemudian kuikat kedua tangan Sita ke belakang, tertekuk




















