Aku menggelinjang keenakan dengan nafas makin memburu, tanganku mencengkram pundaknya dan membelai kepalanya.“Oohh.. Aku mendesah panjang, begitupun Felix, matanya melotot dan mengerang merasakan jepitan dinding vaginaku pada penisnya yang merenggut keperjakaannya.Aku sengaja mendiamkan sejenak penisnya tertancap padaku supaya dia bisa beradaptasi dan meresapi saat-saat pertamanya dulu. Kami berpelukan erat dan kembali berciuman dengan penuh gelora.Sambil berciuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Ahh.. Sumpah enak banget tadi itu Ci!” katanya di dekat wajahku.“Itu tadi baru pemanasannya, sayang, kita masih belum beres,” kataku sambil membelai lembut rambutnya.“Yuk, sekarang nyusu aja dulu sambil istirahat,” suruhku memberi syarat padanya untuk melumat payudaraku.“Gua isep sekarang yah Ci” katanya dengan kedua tangan sudah mencaplok sepasang payudaraku.Aku mendesis dan tubuhku menegang merasakan mulut Felix mulai




















