Sosok anjing hitam yang begitu menakutkan itu kini tampak mengancam persis di hadapannya.Anehnya, kemudian seperti ada sesuatu yang membisiki atau mengilhami pikiran Ratri. Suasana yang sepi dan tetangga yang letaknya cukup berjauhan sebenarnya cukup membuat Ratri merasa tersiksa namun apa hendak dikata. Sementara kedua pinggul mereka pun bersatu…Ratri tak habis pikir bagaimana ia bisa menyerahkan dirinya begitu saja kepada makhluk itu. Anjing itu ternyata menjulurkan lidahnya yang panjang dan mulai menjilati selangkangan Ratri yang terbuka…Ratri tersentak dan menjerit karena kaget tapi seolah tak bisa bergerak atau pun menolaknya. Senada dengan warna kulitnya yang juga putih bersih. Ia tak tahu pasti mengapa ia melakukan hal itu.










