Tangan Ardayat ditempelkan di perut Lily yang kerempeng, berpura-pura menekan nekan.Emh…. Sella tertawa ketika cairan hangat terasa membasahi rahimnya.“Kamu selalu cepet keluar kalo berfantasi gitu……”“Hahaha….” Donny hanya tertawa saja menanggapi komentar Sella yang masuk kedalam untuk mengambil tissue. tak mungkin dia terus-terusan meminta bantuan Siti menantunya yang sejak dulu telah berkeluarga lagi. Tangannya yang seputih susu meraih handphone yang sedang di-charge.“Berita duka, istri bapak meninggal tadi subuh di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena kanker. Lily… nasibmu malang. Donny kembali duduk di sofa dan menghisap rokok yang tadi ditaruhnya di asbak dalam keadaan menyala.“Sayang…. Dan hasilnya setelah sekian generasi salah satunya adalah Lily yang kurang lengkap secara mental.Lily yang berusia 18 tahun masih berlaku seperti anak kecil, terlebih lagi secara fisik matanya agak




















