Saya waktu itu memakai celana biru, di bukanya retsleting celanaku dan tangannya meraba-raba penisku yang masih terbungkus CD. “Cowok”, jawabnya. Saya ngomong ke cewek itu, “kamu ke Surabaya tempat siapa…? Membuat batang penisku semakin mengeras. Kemudian Lulu berkata jangan Mas Adul nanti ketahuan Masinis teman Mas Adul kan Lulu malu, saya jawab tenang saja nggak bakal dia tahu. Saya pijat-pijat dengkulnya sambil badanku merapat ke tubuhnya sehingga menekan buah dadanya. Setiap kali Lulu mendesah kenikmatan, saya bunyikan klakson atau lonceng lokomotif agar tidak terdengar oleh masinis.Jam yang terpampang pada panel kemudi menunjukkan pukul 22:00. Tangan kiriku mulai meraba-raba selangkangannya yang masih menggunakan jeans dan kadang jari-jari tanganku menusuk-nusuk sedikit.Tanpa sadar, saya sejak tadi tangan Lulu meraba-raba batang kemaluanku.




















