”, Berkata begitu, masalah menempel di pundakku dan turun menggandeng tanganku.“Yah, sekali lagi, itu hal kecil buatku, habisnya mereka terlihatak orang lain,” aku sambil menikmati sentuhan tangan dan jari-jari kami yang saling mengait.“Ah, sudahlah, jangan dibalikan lagi,”.Bosan juga saya, kan saya pingin tahu tentang anak satu ini eh, malah melenceng dari pokoknya,“Saya tinggal di Taman Sari”, jawabnya.Akhirnya meluncur juga jawaban,“Tinggal dengan siapa? Bh-nya yang putih kecil, seakan tak mampu menutupinya, kubuka sekalian, dan nampaklah gunung itu atau bisa dikata bukit sajalah. Ketika itu ruang Ratih mendapat hukuman yang menurut saya amatlah berlebihan dari oleh seniorku.Sugguh kasihan sekali dia, saat itu saya berfikir sudah melewati batas. Eh, nih anak pakaian dan celananya seksi dan ketat sekali, mengundang perhatian cowok, pikirku.










