Waktu itu terus terang aku belum punya pacar, jadi bersentuhan dengan perempuan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku. Kini aku berani membalas ciuman buas Tante Ning. Bokeb Aku mencium dan meremas-remas seperti tanpa rasa puas. Tapi kata Tante Ning, dia justru malu telah menjerumuskan aku.“Tapi aku nggak nyesel kok, Tante…,” kataku. Aku penasaran, apa betul Tante Ning mau memberi kado spesial. Toketnya itu luar biasa bagus. Obrolan di telepon membuat pikiranku bertambah jorok. Dia bahkan jadi seperti tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Maka, dia minta aku mencupang toketnya. Menyesal, takut, malu, campur aduk jadi satu.Tiba-tiba Tante Ning menangis sesenggukan. Tonjolan toketnya yang montok menekan lembut lenganku.




















