Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Yes. Vidio Sex Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Bahannya tipis, tapi baunya harum. Langkahku semangat lagi. Aku menikmati kelincahan lidah wanita setengah baya yang tahu di mana titik-titik yang harus dituju. Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Ke bawah lagi: Tidak. Bodoh, bodoh, bodoh. Keberuntungankah? Lama sekali ia memijati pangkal pahaku. Paling tidak ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan.“Mbak Wien..,” gumamku dalam hati.Perlu tidak ya kutegur? Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Membuang napas. Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Lalu ngomong apa? Di mana? Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing.




















