lagi ada masalah?”, kepoku sembari menuju kursi didepan mejanya. Terbersit dipikiranku, mungkin Bu nita butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudahan teman tidur.. Kulihat matanya berbinar-binar. Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.Sejak saat itu aku resmi jadi suami simpanan bos ku. dekat.. Posisiku berdiri tegak sedangkan Bu nita tetap setengah berjongkok di atas meja. burungku yang sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dengan berdiri tegak menantang Bu Nita. Kudorong tubuhnya keranjang, kucopot celana dalam dan BH-nya. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, makasih ya Ndy”, ujarnya. Jari tengahku menyentuh itilnya yang sudah basah. saya nggak nyangka bisa makan siang sama Ibu seperti ini. “Bu Nita nggak salah milih orang, aku hebat kan?” kataku berbangga yang dijawabnya dengan ciuman mesra.Setelah




















