Sebagai pengusaha yang sukses, suamiku membuka sebuah perkebunan di daerah itu. Gairahku menghentak-hentak. Saya kan istri Bapak, majikan kamu?” kataku. Lalu aku beranjak ke kamarku…
“Kemana, Bu?” Tanya pak Oding.“Saya tidur dulu…” Jawabku. Tidak heran jika malam hari amat sepi dari kebisingan. Ia dipekerjakan oleh suamiku karena di daerahku ini amat sering terjadi perampokan. Tangannya pun lalu mulai berani bergerilya ke sekujur tubuhku yang dibalut kimono sutra. Saat itu aku mengenakan kimono tidur. Ini membuatku tambah mencintainya. Aku kaget dan menepiskannya. jadi aku terpaksa tinggal sendirian di rumah ini bersama kedua pembantuku. “Pak Oding Gimana? Saat itu aku mengenakan kimono tidur. Pak Oding berjalan tertatih-tatih, karena kakinya memang pincang. Aku tahu ia sudah lama berminat pada diriku. Udah malam kok belum juga pulang?” kata




















