Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, katanya.“Eh..oh, iya”, kataku kaget.“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.“Ah kamu, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya gimana mbak? Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Bokeb Di mobil pun kami diam. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Sebab aku tidak suka mereka. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Di mobil pun kami diam. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Kuemut jempol kakinya. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?”“eh?”, aku kaget.“Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung.




















