Lidah dan bibirnya mengecupi lipatan paha dan betisku. Bahkan mereka juga bilang mungkin se-Kebayoran hanya kepadakulah mereka ingin tidur denganku. Dia terus menggilakan wajahnya men-‘dusel-dusel’ ke selangkanganku. Jangaann…” entah ngomong apa lagi aku.Rasanya asal bersuara. Dengan dibantu ketimun Jepang yang hijau gede dan panjang Itu. Dengan alasan banyak pekerjaanku yang salah saat bel pulang kelas berbunyi, sekitar jam 12.30 siang Bu Endang menahanku agar tidak pulang dulu.“Kamu mesti memperbaiki PR-mu. Dia terus menggilakan wajahnya men-‘dusel-dusel’ ke selangkanganku. Waktu itu usiaku masih 16 tahun. Dari cara mereka memandang Randi pada saat berpapasan atau Kebetulan lewat di depan rumahnya nampak mereka dipenuhi khayalan seandainya bisa bertelanjang Berasyik masyuk bersama Randi pada suatu ketika nanti.Diantara ibu-ibu itu adalah Tante Wenny.




















