Entah aku dapat ide dari mana untuk mengarang cerita bohong itu. Sementara itu tangan Pak Kusrin terus bergerilya di setiap bagian tubuhku. Setiap kali Pak Kusrin mendorong masuk kontolnya, memekku menjadi agak kempot dan ketika kotol itu ditarik keluar, memekku menjadi agak gembung. “Aku mau keluar Pak …. Itilnya, Pak ……… Itilnya ………… Yahhhhhh ……. Tapi, dapat sering-sering ngewek sama Ibu saja saya sudah senang … Hehehehe … Buat selingan, Neng. Aku angkat rokku dan aku copot celana dalamku dengan hat-hati agar memekku tidak terlihat oleh orang-orang di lading atau Pak Jono yang berdiri tidak jauh dari kami, setelah itu aku lipat dan taruh di keranjang belanjaanku. Begitu aku sadar tentang apa yang telah terjadi, air mataku menitik keluar. AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH …” aku menjerit




















