Sampailah mereka dirumah teman Farel yang bernama Agus. Disana benar-benar hanya ada kami ber-4, pembantu Daus-pun sedang pulang kampung. “ Tuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi “ ucap Cindy. Cindy ke belakang pantatku dan mengucek-ucek memekku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat,
“ Cin… aghhh… enak ”, ucapku. Sebenaranya banyak teman-teman cewekku yang tidak menyangka jika aku jadian dengan Refal. Sekian lama aku berteman dengan laki-laki yang bernama Refal, tidak kusangka ternyata Refal mengutarakan isi hatinya, bahwa dia merasa, sayang dan cinta padaku dari awal kami berteman.Pada awalnya dia sebenaranya tidak bermaksud untuk langsung berpacaran, ucapnya berteman dulu agar dia




















