Batangnya terasa berdenyut denyut. Bisikku. “Aaaaah jangan begitu dong…gue ngeri…aduuuhhh gimana sih….”Aku mulai panik. Spermanya disemprotkan keras keras, tentu saja langsung masuk karena bibir vaginaku dibuka lebar oleh jari jari Andi.. Kalo nikmat begini kenapa harus menolak “ Terserah kalian …yang penting gue pengen puas malem ini…! Budi yang tidak jadi mengambil kondomnya segera mengarahkan batangnya ke mulutku. Tapi Andi tidak menghentikan usahanya. Andi, Budi, …hmmm cowok cowok brondong yang menggairahkan. Memang benar rata rata Cuma 3 menit…tapi masalahnya mereka tidak berhenti di ronde pertama, istirahat 5 menit sudah recovery lagi, artinya masing masing cowok rata rata 3 kali menyetubuhiku… sama saja, rasanya bibir vaginaku menebal. Sebelum menutup pintu Andi sudah memelukku erat dan meremas pantatku.




















