Disitu aku menyedot pentil dan meremas-remas payudaranya. Kemudian aku kecup bibirnya sekali dan aku masukkan k0ntolku sampai mentok.“Kamu jahat sayang.. Dia mencoba menekannya sekali lagi, tapi tetap aku tahan, dia semakin frustasi. “mmmmm…” jawabnya gak jelas.Karena aneh atas jawabannya aku mengirim pesan “Ada apa mbak, apa ada masalah ?”Agak lama dia mengirim jawaban “Rian, masih inget tawaran kamu waktu itu nggak ?”Jujur aku lupa sekali apa yg aku tawarkan, karena pikiranku penuh dengan pekerjaanku. Mbak Femi sebenarnya sudah menikah dan memiliki anak 1, tapi sayang suami mbak Femi, mas Anto adalah seorang pelaut di kapal pesiar eropa, jadi mbak Femi sering ditinggal 6 sampai 8 bulan. Mbak Femi duduk diantara selangkanganku yg kubuka lebar, dia menyandarkan tubuhnya ke dadaku, sambil aku memeluknya dari




















