Saya tidak mau membuka mulut. Bokeb Belum sempat saya menoleh kebelakang, ia sudah menarik rambut saya sehingga tubuh saya terangkat kebelakang sehingga kini saya berdiri pada lutut saya diatas tempat tidur.Rambut saya dijambak kebelakang sementara pundaknya menahan punggung saya sehingga kepala saya menengadah keatas. Tetapi waktu saya tidak terlalu banyak. Tampaknya ini yang diinginkan mereka, saya bagaikan seekor pelanduk di antara dua gajah. Ternyata dia benar-benar melakukan ancamannya. Saya menikah dengan seorang pria bernama Niko. Roy menyorongkan penisnya kebibir saya. Dulu saya membayangkan akan mencium atau merasakan hal-hal yang tidak enak. Saya sudah semakin terjerumus.Roy bergerak mendekat hingga tubuhnya menekan saya dari depan sementara Bari menekan saya dari belakang. Barulah ia melepaskan pegangannya.




















