pada kemana yah?” tanyaku. Tangannya mulai membuka kancing baju seragam SMU-ku, kemudian dilepasnya berikut kaos dalam ku. Setelah memperhatikan isi dalam mobil, jantungku berdesir. Yang ada di rumah cuman ndoro putri (juragan wanita),” jawabnya dengan ramah.“Oh.. Lebih terkejut lagi saat tahu itu mobil itu mobil papanya Agus. Tante mau mijitin kalau memang kamu pegel-pegel. Tangannya mulai membuka kancing baju seragam SMU-ku, kemudian dilepasnya berikut kaos dalam ku. Kue di rumah sudah habis,” katanya seolah menjawab pertanyaan yang tidak sempat kuucapkan. Pindah ke sini aja biar lebih enak,” kali itu aku hanya menurut saja pindah ke sofa panjang seperti yang disuruh Tante Ani.




















