Aku dan Riska menikmati kehidupan yang seperti ini karena saling menguntungkan. Tampak Riska bersiap diri, sudah berdandan cantik dan mandi keramas. Tak sia-sia aku memilihnya untuk jadi kekasih hati dan pemuas gairah seksku. Riska tampak biasa aja, malah dia pengen lagi tapi aku nggak kuat,“ahhhh kamu sih pak cemen, itu belum apa-apa aku kalau sama suamiku bisa 3 atau 4 kali”, ucap Riska.Sepertinya Riska melecehkanku membandingkan dengan suaminya, tapi biarkanlah yang penting aku bisa mencukupi kebutuhannya. Beliau menyetujui Riska untuk bekerja di Kntor karena sulitnya mencari orang buat kerja disitu.Dengan gaji minim dan kerjaan yang sangat banyak.




















