Sejak kejadian itu mereka-pun segan dengan saya dan Ratih.Singkat cerita seminggu kemudian, ternyata Ratih itu itu satu kelas denganku dan kami-pun saling menyapa dan berkenalan lebih dekat lagi,“ Hey… terima kasih yah kemarin kamu menolongku. Duh, gila juga Ratih, apa orang sini berani-berani yah. Tanpa sengaja tanganku merangkul kursi sebelah dan menempel di punggung Ratih. Tapi ia tak mau selimut.Dia mau tubuhku menyelimutinya dan sekali lagi ia sangat tahu kalau saya benar-benar hanya bertindak sebagai penghangat tubuhnya dengan kekhawatiran di wajahku yang sangat dihafalnya. Apalagi dengan seorang cewek. ”, tanpa pikir panjang juga dia mengangguk. Tidak sepertiku, ceroboh.Kalau di dapur saat dia memasak saya merengkuhnya dan mengecup lembut lehernya.Saat itu serasa kami sepasang suami istri selayaknya, mendudukkannya di meja dan biasa saya rentangkan










